Dari tahun 2018 hingga 2023, data menunjukkan bahwa sejumlah kecamatan mengalami kejadian gempa bumi secara berulang. Wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi dan dekat dengan patahan aktif menjadi lokasi yang paling rawan terdampak gempa. Peristiwa gempa ini beragam dalam kekuatan dan dampaknya, namun semuanya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat kecamatan. Data ini menjadi dasar untuk meningkatkan sistem peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan gempa, dan kesiapsiagaan masyarakat guna mengurangi risiko dan kerugian akibat gempa di masa mendatang.