Sejak tahun 2018 hingga 2024, luas dan produksi kolam ikan di berbagai kecamatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Perkembangan ini didukung oleh peningkatan penggunaan berbagai jenis kolam seperti kolam tanah, kolam terpal, dan kolam beton, dengan kolam tanah tetap menjadi yang paling umum. Produksi ikan meningkat seiring dengan perluasan luas kolam dan peningkatan efisiensi pengelolaan, terutama untuk komoditas utama seperti nila, gurame, dan lele. Perbedaan antar kecamatan dipengaruhi oleh faktor lahan, akses teknologi, dan tingkat investasi, dengan kecamatan yang lebih maju menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam hal luas dan produksi kolam ikan selama periode tersebut.