Sejak 2019 hingga 2024, produksi daging unggas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di berbagai kecamatan. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan populasi unggas, inovasi dalam teknologi peternakan, dan meningkatnya permintaan pasar lokal maupun nasional.
Jenis unggas yang paling banyak diproduksi meliputi ayam ras, ayam kampung, dan itik. Kecamatan yang memiliki fasilitas peternakan modern dan akses pasar yang luas cenderung mengalami peningkatan produksi yang lebih tinggi.
Pertumbuhan ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging unggas, meningkatkan pendapatan peternak, serta mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.