Dari tahun 2018 hingga 2023, data menunjukkan bahwa sejumlah kecamatan mengalami peristiwa kebakaran dengan frekuensi yang bervariasi. Kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran lahan, bangunan, maupun hutan, dan sering kali dipicu oleh faktor manusia seperti kelalaian, arson, atau kondisi cuaca ekstrem. Kejadian ini menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan masyarakat serta lingkungan. Data ini penting untuk mengembangkan langkah pencegahan, penanggulangan, dan edukasi masyarakat agar risiko kebakaran dapat diminimalkan dan dampaknya dapat dikurangi secara efektif di tingkat kecamatan.