Sejak 2019 hingga 2024, produksi perikanan tangkap di berbagai kecamatan menunjukkan variasi sesuai dengan potensi sumber daya alam dan keberlanjutan kegiatan penangkapan. Jenis penangkapan utama mencakup nelayan tradisional, alat tangkap jaring, pancing, dan kapal besar. Kecamatan yang memiliki akses ke wilayah perairan yang kaya sumber daya menunjukkan peningkatan produksi dan nilai produksi yang konsisten, meskipun menghadapi tantangan seperti overfishing dan regulasi. Secara umum, sektor perikanan tangkap mengalami tren stabil dengan potensi pertumbuhan yang bergantung pada pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dan peningkatan teknologi penangkapan.